Workshop Food Borne Diseases

2017-03-22 11:48:21

Kasus penyakit bawaan pangan (food borne disease / FBD) telah mengalami peningkatan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kasus FBD secara internasional pun yang melibatkan pangan terkontaminasi bahkan telah meningkat karena globalisasi perdagangan pangan. Secara bersamaan, ada juga kekhawatiran tentang penularan beberapa bakteri yang resisten terhadap antimikroba melalui rantai makanan. Peraturan kesehatan internasional (international health regulation / IHR) 2005 telah menyoroti pentingnya respon pengawasan untuk mengontrol FBD.

Pada tahun 2016 yang lalu WHO dan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan telah melakukan Workshop Nasional Surveilans FBD. Tujuan dari lokakarya tersebut adalah untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam memperkuat pengawasan FBD dengan menilai status pengawasan/ surveilans terhadap FBD. Beberapa temuan penting dan rekomendasi telah dirancang untuk memastikan sistem FBD berkelanjutan dan berfungsi. Salah satu rekomendasi yang harus segera ditindaklanjuti dari kegiatan tersebut adalah pengembangan sistem surveilans FBD di Indonesia serta pembahasan secara konkret roadmap surveilans FBD. Oleh karena itu, pada awal tahun 2017 ini dilakukan kegiatan penyusunan draft Sistem Surveilans FBD di Indonesia dan roadmap surveilans FBD. Kegiatan penyusunan Sistem Surveilans FBD ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Kesehatan Lingkungan, WHO, dan Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).  

Consultative Meeting on Food Borne Diseases Workshop yang dilaksanakan pada 21 – 22 Februari 2017 di Hotel Balairung Jakarta merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk menyusun Sistem Surveilans FBD di Indonesia. Workshop yang dilaksanakan selama dua hari tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur Kesehatan Lingkungan dan dihadiri oleh peserta yang berasal dari lintas program, lintas sektor, organisasi profesi, pakar di bidang keamanan pangan serta menghadirkan beberapa narasumber yang terkait dengan FBD. Narasumber tersebut antara lain berasal dari : Direktorat Surveilans dan Penyuluhan Keamanan Pangan, BPOM; Direktorat Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Peternakan; Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes; Pusat Data dan Informasi, Kemenkes; Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes; BBTKL PP Jakarta; FETP Indonesia, dan Prof. Dr. Ratih Dewanti – Hariyadi, M.Sc (pakar mikrobiologi pangan dari ITB). Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya draft Sistem Surveilans FBD di Indonesia. (NK)

BERITA LAINNYA
Pedum Juknis PAMSIMAS
2018-02-08 12:42:47
WORKSHOP KESEHATAN LINGKUNGAN
2018-01-02 09:48:30
Materi Pelatihan Sanitarian Kit
2017-12-05 17:23:52
NSPK Bidang Kesehatan Lingkungan
2017-08-02 10:01:26
Kampung Warna
2017-05-31 10:20:45
Materi Rakornas STBM Tahun 2017
2017-03-22 12:42:52
Workshop Food Borne Diseases
2017-03-22 11:48:21
INPRES MERKURI
2017-03-22 10:47:32